paspor kilat

 

Paspor elektronik (e-paspor) sebenarnya memiliki bentuk hampir sama dengan paspor biasa yang kita kenal selama ini. Perbedaannya adalah adanya chip yang ditanam di bagian depan berisi data biometrik pemilik paspor tersebut sehingga e-paspor sulit untuk dipalsukan.

Data biometrik yang tersimpan di dalam chip e-paspor antara lain adalah data biometrik wajah, data biometrik sidik jari dan berbagai macam data pendukung lainnya.

Penanaman atau pembuatan data biometrik di dalam chip e-paspor sudah menggunakan standard International Civil Aviation (ICAO) dan ini sudah hampir digunakan di berbagai negara termasuk Australia, Malaysia, Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan lain-lain.

Khusus untuk negara yang disebutkan terakhir, yaitu negara Jepang, Indonesia mendapatkan hak eksklusive dari pemerintahan Jepang. Pemerintah Jepang menggratiskan atau memberlakukan aturan bebas visa untuk warga negara Indonesia yang memiliki e-paspor.

Kalau sebelumnya untuk membuat visa diperlukan proses yang cukup rumit untuk pengajuannya, khusus untuk tujuan negara Jepang itu tidak diperlukan lagi.

Cukup mendaftarkan e-paspor ke kantor Dubes Jepang atau Konsulat Jepang di Indonesia dan visa sudah tidak diperlukan lagi. Tapi harus diingat pemberlakukan bebas visa ini khusus untuk negara Jepang saja, dan untuk negara-negara yang lain masih tetap membutuhkan visa.

Pemerintah sekarang ini juga lagi gencar-gencarnya untuk menganjurkan setiap Warga Negara Indonesia untuk memiliki e-paspor guna mempermudah perjalanan ke luar negeri.